Selasa, 04 September 2012

ANALISA BIAYA KONSTRUKSI PEKERJAAN BAJA

MATERIAL
Sampai sejauh ini pekerjaan baja yang digunakan untuk struktur baja didirikan berdasarkan komponen bentuk fabrikasi yang sudah standar, seperti lWF, C, T, L, pipa, pelat, dan sebagainya. Satuan untuk bahan baja adalah satuan berat.

Dalam memperkirakan berat struktur baja harus dihitung berdasarkan dari gambar proyek. Manual produser baja biasanya sudah mencantumkan berat setiap penampang baja. Akan tetapi berat tersebut bervariasi sekitar 2%.

BIAYA ESTIMASI
Dalam mengestimasi biaya struktur baja, kontraktor akan menyerahkan satu set rencana dan spesifikasinya. Supplier akan menentukan jumlah yang diperlukan termasuk komponen utama detail sambungan, dan jenis lainnya. Kemudian ditambahkan dengan biasa fabrikasi untuk pemotongan, punching, pengeboran, pengelasan, overhead dan keuntungan. Kadangkala juga ditambahkan biaya pengecatan sebelum baja dikirim ke lokasi.

Macam-macam biaya yang diperlukan untuk estimasi biaya pekerjaan baja meliputi :
  1. Biaya standar bentuk structural dari supplier baja
  2. Biaya persiapan gambar pelaksanaan fabrikasi
  3. Biaya fabrikasi bentuk baja menjadi komponen jadi
  4. Biaya transportasi baja ke lokasi
  5. Biaya mendirikan baja termasuk peralatan, tukang, baut atau pengelasan
  6. Biaya pengecatan struktur baja di lapangan
  7. Biaya overhead, pajak dan keuntungan.

INDEKS BIAYA PEKERJAAN BETON DAN BAJA
lndeks biaya adalah koefisien pengali yang digunakan dalam analisa perhitungan estimasi dengan metoda harga satuan. Harga satuan perkerjaan sesuai dengan definisinya adalah harga yang harus dibayar untuk menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Langkah-Iangkah kerja yang umum dilakukan dalam menerapkan indeks biaya pada estimasi biaya konstruksi.

Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan gambar teknis secara detail dari konstruksi bangunan yang akan dihitung. Persyaratan teknis juga diperlukan untuk mengathui secara detail mutu bahan dan metoda kerja yang akan direncanakan. Selanjutnya dengan memahami sedikit kondisi rencana proyek, diperlukan daftar harga yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan.

Pada setiap jenis pekerjaan mempunyai harga satuan pekerjaan yang merupakan penjumlahan dari harga satuan masing-masing variable pembentuknya dengan masing-masing indeks biaya. Variabel pembentuknya !erdiri dari material (M), tukang (L) dan peralatan (E).

Sementara indeksnya adalah x, y dan z, sesuai dengan persamaan berikut :
Untuk menganalisis indeks biaya berdasarkan data sekunder basil survey lapangan sangat sulit dilakukan. Hal ini terjadi karena tidak semua responden atau instansi yang dikunjungi mall memberikan dokumen analisis biaya suatu proyek karena menyangkut "kerahasiaan" suatu penawaran proyek kerja. Dari data yang terkumpul tentang analisis biaya proyek kadangkala sulit untuk memilahmilah biaya pekerjaan mumi, karena dalam analisis biaya sudah dimasukan biaya markup, overhead, pajak, keuntungan maupun biaya lainnya.

Dari basil data survey yang terkumpul terdapat perbedaan nyata dalam format perincian analisis biaya. Hal ini dibedakan berdasarkan kedudukan daripada perusahaan tersebut, apakah sebagai owner, konsultan perencana atau kontraktor. Format yang digunakan oleh owner maupun konsultan perencana umumnya mempunyai format sama, karena perincian kerja disusun berdasarkan kebutuhan perencanaan pekerjaan konstruksi. Sementara format yang digunakan kontraktor sedikit berbeda formatnya karena perincian analisis biaya lebih digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan. Pada dukumen data analisis biaya yang disusun oleh kontraktor karena nantinya akan disampaikan pada owner untuk digunakan penawaran ataupun negosiasi, maka analisis biaya yang sebelumnya dimodifikasi formatnya disesuaikan dengan format yang dibutuhkan oleh owner. Kondisi-kondisi itulah yang menyebabkan beberapa kesulitan dalam menentukan indeks biaya yang mumi diperlukan dalam analisis satuan pekerjaan beton dan pekerjaan baja.

Dalam perincian biaya digunakan format yang berbeda antara konsultan dan kontraktor. Khusus untuk uraian bahan dasar beton mempunyai format yang sama, tetapi untuk biaya tukang dan peralatan digunakan format berbeda. Estimasi dari konsultan jenis pekerja dibedakan sesuai dengan tingkat keahlian dan satuan yang digunakan adalah oh (orang hari) sementara estimasi dari kontraktor kadangkala digunakan satu kelompok tenaga kerja dengan satuan m3 atau disesuaikan dengan produktivitas kerja dalam menyelesaikan satu m3 unit pekerjaan beton, sehingga satuan yang digunakan adalah jam. Demikian juga perincian peralatan yang digunakan, pada konsultan digunakan satuan LS (lumpsum) sedangkan kontraktor dibedakan jenis alatnya dan produktivitas kerja alat pada setiap satu satuan volume

Perbedaan tersebut di atas menerangkan bahwa :
  1. Pengumpulan data perlu memperhatikan penggunaan format analisis harga satuan perlu dibedakan antara format konsultan dan format kontraktor
  2. Umumnya indeks biaya untuk material mempunyai nilai sama untuk semua pelaku pekerjaan, baik konsultan maupun kontraktor. Tetapi indeks biaya untuk upah tukang dan peralatan mempunyai nilai dan format yang berbeda diseuaikan dengan metoda analisis dan prosedur konstruksi yang digunakan.

Hasil kompilasi data-data yang diperoleh di lapangan untuk pekerjaan beton dan pekerjaan baja, masing-masing diuraikan secara terpisah untuk indeks biaya material dan indeks biaya tukang.

SHARE

| More

Google+ Badge

Google+ Followers

ENTRI POPULER

ARCHIEVE